Showing posts with label Liga Champions. Show all posts
Showing posts with label Liga Champions. Show all posts

Thursday, September 24, 2015

Sepucuk Pledoi Untuk Héctor Moreno dan Nicola Rizzoli

Momen ketika tekel Héctor Moreno mencederai kaki Luke Shaw (c) AFP


Tulisan ini telah saya publikasikan dengan sedikit perubahan melalui PanditFootball.

Cedera parah yang dialami oleh fullback Manchester United, Luke Shaw menjadi insiden yang paling disorot pada matchday perdana fase grup Liga Champions musim ini. Cedera tersebut didapatkan Shaw usai mendapatkan tekel keras dari defender PSV Eindhoven, Héctor Moreno kala keduanya tengah membela klub masing-masing dalam duel yang berlangsung di Philips Stadion, Eindhoven (15/09).

 Akibat insiden yang terjadi saat laga baru berjalan 15 menit tersebut, Shaw mengalami patah tulang fibia dan tibula sekaligus. Jika berkaca pada kasus cedera sejenis yang dialami pemain lain sebelumnya, Shaw diprediksi harus menepi dari lapangan minimal selama enam bulan. Kemungkinan terburuk, Shaw bisa jadi akan melewatkan kesempatan untuk tampil di putaran final Piala Eropa 2016 bersama Inggris akibat cedera fatal ini.

Nasib buruk yang menimpa Shaw ini langsung menuai simpati dari pemerhati sepakbola di seluruh dunia, apalagi video dan foto yang menunjukkan betapa mengerikannya cedera pemain 20 tahun ini tersebar begitu cepat di dunia maya. Tentu saja fans United menjadi pihak yang paling terpukul akibat cedera Shaw tersebut, mengingat musim ini pemain bernomor punggung 23 tersebut merupakan pemain kesayangan publik Old Trafford.

Delapan kali memimpin pasukannya menjalani laga resmi musim ini, sebanyak itu pula Manajer Louis Van Gaal selalu menjadikan Shaw sebagai starter. Semua kepercayaan yang diberikan pelatih asal Belanda tersebut dibayar tuntas dengan penampilan konsisten oleh Shaw, sebelum akhirnya prahara di Eindhoven terjadi.

Karena itulah, bisa dimaklumi bila fans United begitu kesal terhadap cedera yang dialami oleh Shaw. Imbasnya, Moreno sebagai sosok antagonis yang membuat Shaw harus ditandu ke luar lapangan dengan mengenakan masker oksigen menjadi sasaran kebencian. Di dunia maya, fans United beramai-ramai menghujat pemain asal Meksiko tersebut atas tekel yang dilakukannya terhadap Shaw.

Salah satu sasaran mereka adalah akun Twitter @HectorMorenoH milik pemain jebolan akademi UNAM tersebut. Beragam caci maki dan kata-kata kasar ditujukan kepada Moreno yang dianggap sebagai villain yang telah mematahkan kaki dan mengancam kelanjutan karir Shaw secara sengaja.

Lantas menjadi pertanyaan tersendiri, layakkah Moreno dihujat sedemikian rupa dan diperlakukan seolah pemain bengis yang memang ingin mematahkan kaki Shaw?

Sunday, May 25, 2014

Kisah Pilu Atletico dan 40 Tahun Kutukan El Pupas

Momen ketika Sergio Ramos menyundul bola yang membuyarkan kemenangan Atletico Madrid di injury time final Liga Champions 2014 (c) Bleacherreport
Tulisan ini juga saya (M. Rizqi) publikasikan melalui Bola.Net

15 Mei 1974 akan selalu dikenang sebagai hari paling kelam dalam sejarah Atletico Madrid. Kala itu, Los Colchoneros menjalani laga final European Cup pertama dalam sejarah klub dengan menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munich. Malam itu Atletico berpeluang mencatatkan tinta emas dalam sejarah klub, yang sayangnya justru berakhir dengan sebuah tragedi kelam dan 'melahirkan' kutukan yang terus menghantui mereka sampai puluhan tahun berselang.

Dalam laga tersebut, Atletico yang tampil sebagai underdog secara luar biasa mampu mengimbangi permainan Die Roten dalam 90 menit laga normal. Puncaknya adalah saat babak tambahan waktu tinggal menyisakan enam menit, tendangan bebas sang legenda, Luis Aragones melengkung mulus melewati pagar betis Bayern dan bersarang ke gawang kiper Sepp Maier yang sudah mati langkah.

Atletico pun larut dalam euforia juara, sebaliknya, kondisi mental Bayern sudah hancur berantakan mengingat mepetnya waktu yang tersisa. Saking desperate-nya Bayern, pelatih Udo Lattek hanya menjawab "Tak ada." saat salah seorang pemainnya bertanya apa yang harus dilakukan untuk mengejar ketinggalan.

Namun mimpi indah Atletico tersebut sirna hanya beberapa saat sebelum laga berakhir. 20 detik jelang peluit panjang, defender Bayern, Hans-Georg Schwarzenbeck dengan kikuk melepaskan tendangan keras menyusur tanah dari jarak 40 meter yang di luar dugaan sukses membobol gawang Atletico.

Pria kelahiran Munich ini memang tak memiliki catatan mencetak gol yang mumpuni, sepanjang karirnya ia hanya membukukan 21 gol dalam lebih dari 400 laga bersama Bayern. Karena itulah, tak ada seorangpun yang mengira Schwarzenbeck akan mampu mencetak gol penyeimbang. Bek Bayern lainnya, Paul Breitner bahkan mengaku ia sempat berharap agar Schwarzenbeck tak melepas tembakan yang berpotensi membuang peluang terakhir Bayern.

Karena sistem adu penalti belum diterapkan kala itu, hasil imbang memaksa laga final diulang di tempat yang sama, dua hari kemudian. Bayern tak melakukan kesalahan yang sama di pertandingan replay dan keluar sebagai juara dengan skor empat gol tanpa balas.

Begitu menyakitkannya gol tersebut, tak heran jika gol Schwarzenbeck menimbulkan luka mendalam di hati para penggawa Atletico. Presiden klub kala itu, Vicente Calderon, mengutuk gol tersebut dan menjuluki timnya sendiri dengan sebutan El Pupas, atau Yang Tersial. Julukan yang ternyata membawa dampak buruk untuk Atletico dalam jangka waktu yang sangat lama.